Sejarah Yang Tidak Memihak

Posted in Nasionalis on Januari 29, 2008 by PANSER
Hampir tiga minggu semua koran dan televisi sibuk meliput Pak Harto yang terbaring sakit di RSPP Jakarta Selatan.
Kemajuan teknologi dan kebijakan politik yang sudah tidak sekuat Orba, membuat berita perkembangan Pak Harto menjadi sisi menarik baik dari segi kemanusiaan maupun politik.
Namun di balik itu ada seseorang memberikan kisah menarik yang belum tentu semua orang tahu.
Ini ada postingan dari Iman Brotoseno tentang kesaksian ibunya saat melihat detik2 terakhir
meninggalnya Presiden Soekarno.

Salam,
MOD

Posted by Iman Brotoseno
under: SEJARAH; SOEKARNO

Malam minggu. Hawa panas dan angin seolah diam tak berhembus. Malam ini saya bermalam di rumah ibu saya. Selain rindu masakan sambel goreng ati yang dijanjikan, saya juga ingin ia bercerita mengenai Presiden Soekarno. Ketika semua mata saat ini sibuk
tertuju, seolah menunggu saat saat berpulangnya Soeharto, saya justru lebih tertarik
mendengar penuturan saat berpulang Sang proklamator. Karena orang tua saya adalah salah satu orang yang pertama tama bisa melihat secara langsung jenasah Soekarno.
Saat itu medio Juni 1970.

Ibu yang baru pulang berbelanja, mendapatkan Bapak ( almarhum ) sedang menangis sesenggukan.” Pak Karno seda ” ( meninggal )Dengan menumpang kendaraan militer mereka bisa sampai di Wisma Yaso.Suasana sungguh sepi. Tidak ada penjagaan dari
kesatuan lain kecuali 3 truk berisi prajurit Marinir ( dulu KKO ). Saat itu memang Angkatan
Laut, khususnya KKO sangat loyal terhadap Bung Karno. Jenderal KKO Hartono – Panglima KKO – pernah berkata, ” Hitam kata Bung Karno, hitam kata KKO. Merah kata Bung Karno, merah kata KKO “
Banyak prediksi memperkirakan seandainya saja Bung Karno menolak untuk turun, dia dengan mudah akan melibas Mahasiswa dan Pasukan Jendral Soeharto, karena dia masih didukung oleh KKO, Angkatan Udara, beberapa divisi Angkatan Darat seperti Brawijaya dan terutama Siliwangi dengan panglimanya May.Jend Ibrahim Ajie.

Namun Bung Karno terlalu cinta terhadap negara ini. Sedikitpun ia tidak mau memilih opsi pertumpahan darah sebuah bangsa yang telah dipersatukan dengan susah payah. Ia memilih sukarela turun, dan membiarkan dirinya menjadi tumbal sejarah.
The winner takes it all. Begitulah sang pemenang tak akan sedikitpun menyisakan ruang bagi mereka yang kalah. Soekarno harus meninggalkan istana pindah ke istana Bogor . Tak berapa lama datang surat dari Panglima Kodam Jaya – Mayjend Amir Mahmud -
disampaikan jam 8 pagi yang meminta bahwa Istana Bogor harus sudah dikosongkan jam 11 siang.
Buru buru Bu Hartini, istri Bung Karno mengumpulkan pakaian dan barang barang yang dibutuhkan serta membungkusnya dengan kain sprei. Barang barang lain semuanya ditinggalkan.” Het is niet meer mijn huis ” – sudahlah, ini bukan rumah saya lagi ,
demikian Bung Karno menenangkan istrinya.

Sejarah kemudian mencatat, Soekarno pindah ke Istana Batu Tulis sebelum akhirnya dimasukan kedalam karantina di Wisma Yaso. Beberapa panglima dan loyalis dipenjara. Jendral Ibrahim Adjie diasingkan menjadi dubes di London . Jendral KKO Hartono secara
misterius mati terbunuh di rumahnya.

Kembali ke kesaksian yang diceritakan ibu saya. Saat itu belum banyak yang datang, termasuk keluarga Bung Karno sendiri. Tak tahu apa mereka masih di RSPAD sebelumnya. Jenasah dibawa ke Wisma Yaso. Di ruangan kamar yang suram, terbaring sang proklamator yang separuh hidupnya dihabiskan di penjara dan pembuangan kolonial Belanda.Terbujur dan mengenaskan. Hanya ada Bung Hatta! dan Ali Sadikin -Gubernur Jakarta – yang juga berasal dari KKO Marinir.

Bung Karno meninggal masih mengenakan sarung lurik warna merah serta baju hem coklat. Wajahnya bengkak bengkak dan rambutnya sudah botak.
Kita tidak membayangkan kamar yang bersih, dingin berAC dan penuh dengan alat alat medis disebelah tempat tidurnya. Yang ada hanya termos dengan gelas kotor, serta sesisir buah pisang yang sudah hitam dipenuhi jentik jentik seperti nyamuk. Kamar itu agak
luas, dan jendelanya blong tidak ada gordennya. Dari dalam bisa terlihat halaman
belakang yang ditumbuhi rumput alang alang setinggi dada manusia !.

Setelah itu Bung Karno diangkat. Tubuhnya dipindahkan ke atas karpet di lantai di ruang tengah. Ibu dan Bapak saya serta beberapa orang disana sungkem kepada jenasah,
sebelum akhirnya Guntur Soekarnoputra datang, dan juga orang orang lain.
Namun Pemerintah orde baru juga kebingungan kemana hendak dimakamkan jenasah proklamator. Walau dalam Bung Karno berkeingan agar kelak dimakamkan di Istana Batu Tulis, Bogor . Pihak militer tetap tak mau mengambil resiko makam seorang Soekarno yang
berdekatan dengan ibu kota.
Maka dipilih Blitar, kota kelahirannya sebagai peristirahatan terakhir. Tentu saja Presiden Soeharto tidak menghadiri pemakaman ini.

Dalam catatan Kolonel Saelan, bekas wakil komandan Cakrabirawa, ” Bung karno diinterogasi oleh Tim Pemeriksa Pusat di Wisma Yaso.
Pemeriksaan dilakukan dengan cara cara yang amat kasar, dengan memukul
mukul meja dan memaksakan jawaban. Akibat perlakuan kasar terhadap Bung Karno, penyakitnya makin parah karena memang tidak mendapatkan pengobatan yang seharusnya diberikan. “
( Dari Revolusi 1945 sampai Kudeta 1966 )

dr. Kartono Mohamad yang pernah mempelajari catatan tiga perawat Bung Karno sejak 7 februari 1969 sampai 9 Juni 1970 serta mewancarai dokter Bung Karno berkesimpulan telah terjadi penelantaran.
Obat yang diberikan hanya vitamin B, B12 dan duvadillan untuk mengatasi penyempitan darah. Padahal penyakitnya gangguan fungsi ginjal. Obat yang lebih baik dan mesin cuci darah tidak diberikan.
( Kompas 11 Mei 2006 )

Rachmawati Soekarnoputri, menjelaskan lebih lanjut, ” Bung Karno justru dirawat oleh dokter hewan saat di Istana Batutulis. Salah satu perawatnya juga bukan perawat.Tetapi dari Kowad”
( Kompas 13 Januari 2008 )

Sangat berbeda dengan dengan perlakuan terhadap mantan Presiden Soeharto, yang setiap hari tersedia dokter dokter dan peralatan canggih untuk memperpanjang hidupnya, dan masihdidampingi tim pembela yang dengan sangat gigih membela kejahatan yang
dituduhkan. Sekalipun Soeharto tidak pernah datang berhadapan dengan
pemeriksanya, dan ketika tim kejaksaan harus datang ke rumahnya di Cendana. Mereka harus menyesuaikan dengan jadwal tidur siang sang Presiden !

Malam semakin panas. Tiba tiba saja udara dalam dada semakin bertambah sesak.

Saya membayangkan sebuah bangsa yang menjadi kerdil dan munafik. Apakah jejak sejarah tak pernah mengajarkan kejujuran ketika justru manusia merasa bisa meniupkan roh roh kebenaran?
Kisah tragis ini tidak banyak diketahui orang. Kesaksian tidak pernah menjadi hakiki karena selalu ada tabir tabir di sekelilingnya yang diam membisu.
Selalu saja ada korban dari mereka yang mempertentangkan benar atau salah.

Butuh waktu bagi bangsa ini untuk menjadi arif.
Kesadaran adalah Matahari
Kesabaran adalah Bumi
Keberanian menjadi cakrawala
Keterbukaan adalah pelaksanaan kata kata
( * WS Rendra )

Selamat Jalan Bapak Pembangunan

Posted in Cultur on Januari 28, 2008 by PANSER

INNALILAHI WA INNALILAHI RHOJIUN

KELUARGA BESAR PANSER MENGUCAPKAN BELA SUNGKAWA YANG SEDALAM DALAMNYA KEPADA MANTAN PRESIDEN KE 2 RI JEND. H.M SOEHARTO
SEMOGA JASA,AMAL PERBUATAN BELIAU DITERIMA DISISINYA
AMIN

Biografi singkat JEND.H.M.Soeharto :

Suharto

Born: 8-Jun-1921
Birthplace: Kemusu Argamulja, Java, Indonesia
Died: 27-Jan-2008
Location of death: Jakarta, Indonesia [1]
Cause of death: unspecified

Gender: Male
Race or Ethnicity: Asian
Sexual orientation: Straight
Occupation: Head of State, Military

Nationality: Indonesia
Executive summary: President of Indonesia, 1967-98

Incarcerated in Cipinang Penitentiary.

——————————————————————————–
[1] Pertamina Hospital, Jakarta.
Father: Notoredjo
Brother: Probosutedjo (half brother)
Wife: Tien
Son: Trihatmodjo
Son: Hutomo Mandala Putra (“Tommy Suharto”)
Daughter: Siti Hardijanti Hstuti (“Tutut”)

President of Indonesia (21-Mar-1967 to 1998)
House Arrest (29-May-2000 to 10-Aug-2000)
Stroke 20-Jul-1999
Stroke 13-Nov-2000
Embezzlement $571 million, charges dropped
Risk Factors: Smoking, Pacemaker

EN125 New

Posted in Otomotif Roda Dua on Januari 22, 2008 by PANSER

The real Partner New Thunder 125, memiliki mesin 4 langkah (ramah lingkungan) berkapasitas 125 cc dengan desain mewah dan gagah. Akselerasinya responsif, stabil, lincah, sportif dan dinamis. Thunder 125 dirancang tidak hanya sebagai motor, tapi juga Partner Sejati kaum lelaki, karena Anda memahami apa arti partner Sejati. Nikmatilah pengalaman berkendara dengan The Real Partner New Thunder 1245 yang makin keren.
Attractive Color & Striping

Warna spesial dan striping atraktif.

4 Stroke 125 cc Engine & Integrated Kickstarter
Bahan aluminium yang ringan dan tahan panas, dilengkapi dengan Kick Starter.


Bahan aluminium yang ringan dan tahan panas, dilengkapi dengan Kick Starter

Casting Wheel & Steady Double Piston Disc Brake

Velg racing, memberikan kesan sportif, keren dan gagah. Piston kaliber ganda menjadikan tingkat pengereman lebhi maksimal.

Shark Tail Grip

Pegangan jok belakang yang kokoh & sportif

Electric Starter & Engine Cut Off
Modern dan praktis

Crystal Clear Headlamp
Mantap dan terang untuk berkendara di malam hari

New Dynamic Speedometer & Gear Indicator
Speedo meter sportif.Lengkap dengan indikator gigi dan meter BBM.

SPESIFIKASI

DIMENSI DAN BERAT
Panjang Keseluruhan 1.945 mm
Lebar Keseluruhan 735 mm
Tinggi Keseluruhan 1.070 mm
Jarak Gandar 1.265 mm
Jarak Mesin ke Tanah 160 mm
Berat Bersih 122 mm
Beban Maksimal (termasuk pengemudi) 160 mm

MESIN
Jenis Silinder Tunggal/4 Langkah, Berpendingin Udara
Diameter Silinder 57 mm
Langkah Piston 48.8 mm
Isi Silinder 124 ml
Perbandingan kompresi 9,2 : 1
Sistem Starter Starter Listrik & Starter injak tekan
Sistem Pelumasan Tekanan dan Percikan

TRANSMISI
Kopling Plat Majemuk, Terendam
Transmisi 5 Tingkat Percepatan
Reduksi Awal 3,470
Reduksi Akhir 3.214
Perbandingan gigi, rendah 3,000
Kedua 1,857
Ketiga 1,368
Keempat 1,143
Kelima/Top Gear 0.957

RANGKA
Radius Putar 4,2 m
Ukuran Ban Depan 2,75 – 18 4PR
Ukuran Ban Belakang 3,00 – 18 4PR

KELISTRIKAN
Jenis Pengapian CDI
Busi NGK DR8E/ND U24 ESR-N
Battery 12V, 8AH
Sekering/Fulse 15 A
Lampu Utama 12V, 35W/35W
Lampu Posisi Gigi 12V, 5W
Lampu Sein 12C, 21W
Lampu Belakang/Rem 12V, 5W/21W

KAPASITAS
Tangki Bahan Bakar 14 Liter
Bahan Bakar Cadangan 2 Liter
Oli Mesin 1.100 ml
Oli Mesin dan Saringan Oli 1.150 ml

Edit(ajat.2000@gmail.com)

Program Kerja IMI Jelang Kejuaraan Tahun 2008

Posted in Otomotif Roda Dua on Januari 22, 2008 by PANSER

Tak banyak gebrakan dalam program kerja pengurus PP IMI masa kerja 2007-2011 yang kemarin diumumkan susunannya. Ketua Umum Juliari P. Batubara hanya menyodorkan dua rencana baru di awal kepengurusan, yakni menggeber grand racing pada Februari nanti dan superbike sekitar Oktober mendatang.

Tak sekadar siap menjadi tuan rumah, Juliari juga berharap dapat mengantarkan pembalap Indonesia menuai hasil manis pada dua perhelatan tersebut. “Menjadi tuan rumah sudah cukup membuat kami berbangga, apalagi kalau kami bisa mengantarkan pembalap Indonesia meraih hasil yang layak. Itu tentu lebih baik,” kata Ari, panggilan akrab dari Juliari Batubara, kepada wartawan Selasa kemarin (15/01/08).

Menurut Ari, paling tidak, rencana tersebut menjadi langkah awal memfokuskan ke nomor-nomor yang memiliki jenjang Internasional. Karena pihaknya melihat bahwa para pembalap Indonesia memiliki cukup potensi untuk bisa bersaing di turnamen Internasional. Salah satu contoh konkretnya adalah pembalap muda asal Jogjakarta, Doni Tata Pradita yang mengikuti seluruh seri Moto Grand Prix kelas 250 cc tahun ini.

Program kerja lain tinggal melanjutkan kegiatan yang sudah menjadi agenda rutin kepengurusan PP IMI sebelumnya. Misalnya, pelaksanaan kejuaraan nasional dan agenda regional di daerah. Ini adalah periode kedua Ari menjabat sebagai ketua umum PP IMI. Dia terpilih kembali setelah memenangkan suara terbanyak pada Musyawarah Nasional PP IMI pada 20-22 Desember 2007 di Semarang.

Adapun pembenahan internal yang menjadi prioritas kerja PP IMI adalah tak lagi bergantung pada pemasukan SIM Internasional. “Selama ini, kami masih mengandalkan 60 persen pendapatan dari SIM Internasional,” jelas Ari.

Sayang, dia tak bisa menjelaskan dalam angka pendapatan per tahun yang didapat PP IMI melalui SIM Internasional tersebut. Dia hanya berharap, SIM Internasional hanya akan terpakai sekitar 40 persen dan sisanya dapat dialokasikan ke penggunaan yang lain.

Beberapa muka baru juga memenuhi kursi kepengurusan PP IMI. Ari didampingi oleh Arief Winoro yang menjabat sebagai ketua umum. Irawan Sucahyono yang menjabat sebagai sekretaris jenderal pada periode lalu kini memegang ketua bidang olahraga hingga empat tahun ke depan. Irawan dibantu oleh dua biro lain, yakni biro olahraga mobil dan biro olahraga motor. Untuk semakin memajukan olahraga motor tersebut, Ari menggandeng Azman Osman yang diplot pada biro wisata dan sosial. Azman adalah pemilik production house (PH) otomotif dan kerap muncul dalam salah satu acara otomotif di televisi.
(Sumber : Indonesianracing.com)

Merawat Kabel Kopling

Posted in Otomotif Roda Dua on Januari 22, 2008 by PANSER

Kabel kopling merupakan salah satu komponen vital pada motor yang menggunakan kopling manual. Pemeliharaan rutin terhadap bagian ini perlu mendapat perhatian lebih demi kenyamanan dan ketentraman hati selama perjalanan. Ada beberapa langkah yang bisa anda lakukan untuk memelihara kabel kopling pada motor yang menggunakan kopling manual, simak berikut ini.
Yang pertama adalah meluruskan lubang pada sela pengatur kopling hingga rata. Usahakan stang pada posisi belok kanan. Jangan lupa berikan lap alas agar tidak mengotori bagian lain.
Kedua adalah masukkan selang pembersih dan pelumas WD40 atau cairan sejenis, tepat pada drat kopling yang telah diluruskan tadi.
Ketiga adalah setelah selangnya masuk, lalu semprotkan WD40. Gunakan tangan satunya untuk memegang kopling dan memposisikan agar cairan tadi masuk ke dalam. Lakukan trik ini berulang hingga anda merasa puas.
Jika anda rasa sudah cukup maka kembalikan posisi setelan kopling sesuai selera dan kenyamanan jari-jari anda. Usahakan sela lubang kopling tadi tidak menghadap ke depan atau atas untuk mengurangi masuknya debu ke dalam kabel kopling yang akan membuat berat kopling tapi sebaiknya ke bawah atau ke belakang.
Langkah selanjutnya tunggu beberapa jam hingga cairan pembersih tadi mengalir dari atas hingga bawah. Lihatlah pada bagian ujung kopling maka akan terlihat kotoran yang ikut larut dalam cairan pembersih yang anda semprotkan. Jika belum terlihat cairan keluar dari lubang kopling maka anda harus melakukan kembali langkah ketiga.
Apabila anda ingin melakukan perawatan ini sebaiknya lakukan pada malam hari pada waktu motor istirahat dan tunggu hasilnya pada keesokan harinya. Semoga hal ini bermanfaat untuk anda.

(Sumber : Motorplus-onlines.com)

Rawat Mesin Motor Dengan Memilih Oli Yang Tepat

Posted in Otomotif Roda Dua on Januari 22, 2008 by PANSER

Pelumas merupakan bahan penting bagi kendaraan bermotor. Memilih dan menggunakan pelumas yang baik dan benar untuk kendaraan bermotor anda merupakan langkah tepat untuk merawat mesin serta peralatan kendaraan agar tidak cepat rusak dan mencegah pemborosan.
Banyak orang yang beranggapan bahwa fungsi utama oli hanyalah sebagai pelumas mesin. Padahal oli memiliki fungsi lain yang tidak kalah penting yaitu sebagai pendingin, pelindung dari karat, pembersih dan penutup celah pada dinding mesin.
Semua fungsi tersebut adalah sangat erat berkaitan. Sebagai pelumas, Oli akan membuat gesekan antara komponen di dalam mesin bergerak lebih halus sehingga memudahkan mesin untuk mencapai suhu kerja yang ideal. Selain itu, Oli juga bertindak sebagai fluida yang memindahkan panas ruang bakar yang mencapai 1000-1600 derajat Celcius ke bagian lain mesin yang lebih dingin.
Dengan tingkat kekentalan yang disesuaikan kapasitas volume maupun kebutuhan mesin maka semakin kental oli maka tingkat kebocoran akan semakin kecil. Tetapi disisi lain hal ini akan mengakibatkan bertambahnya beban kerja bagi pompa oli.
Jadi untuk mesin kendaraan baru yang dibawah 3 tahun sebagiknya anda gunakan oli dengan tingkat kekentalan minimum SAE10W. Karena seluruh komponen mesin baru dengan teknologi terakhir akan memiliki lubang atau celah dinding yang sangat kecil sehingga akan sulit dimasuki oleh oli yang memiliki kekentalan tinggi.
Kandungan aditif dalam oli akan membuat lapisan film pada dinding silinder untuk melindungi mesin pada saat start. Hal ini juga akan mencegah timbulnya karat, meskipun kendaraan tidak dipergunakan dalam waktu yang lama. Disamping itu pula kandungan aditif deterjen dalam pelumas berfungsi sebagai pelarut kotoran hasil sisa pembakaran agar terbuang saat pergantian oli.
Memang saat ini banyak sekali pilihan oli tetapi anda bisa kenali karakter kendaraan anda seperti spesifikasi mesin serta lingkungan dimana mayoritas anda berkendara yaitu suhu, kelembaban udara, debu dan sebagainya.
Tingkat kekentalan oli yang juga disebut “VISKOSITY-GRADE” adalah ukuran kekentalan dan kemampuan pelumas untuk mengalir pada temperatur tertentu menjadi prioritas terpenting dalam memilih Oli. Kode pengenal Oli adalah berupa huruf SAE yang merupakan singkatan dari Society of Automotive Engineers. Untuk angka yang mengikuti dibelakangnya, menunjukkan tingkat kekentalan oli tersebut. Seperti SAE 40 atau SAE 15W-50, semakin besar angka yang mengikuti Kode oli menandakan semakin kentalnya oli tersebut.
Sedangkan huruf W yang terdapat dibelakang angka awal, merupakan singkatan dari Winter. Contohnya SAE 15W-50 maka menandakan oli tersebut memiliki tingkat kekentalan SAE 10 untuk kondisi suhu dingin dan SAE 50 pada kondisi suhu panas. Dengan kondisi seperti ini, oli akan memberikan perlindungan optimal saat mesin start pada kondisi ekstrim sekalipun. Sementara itu dalam kondisi panas normal, idealnya oli akan bekerja pada kisaran angka kekentalan 40-50 menurut standar SAE.
Mutu dari oli sendiri ditunjukkan oleh kode API (American Petroleum Institute) dengan diikuti oleh tingkatan huruf dibelakangnya. API: SL, kode S (Spark) menandakan pelumas mesin untuk bensin. Kode huruf kedua mununjukkan nilai mutu oli, semakin mendekati huruf Z mutu oli semakin baik dalam melapisi komponen dengan lapisan film dan semakin sesuai dengan kebutuhan mesin modern.
Seperti SF/SG/SH menunjukkan jenis mesin kendaraan produksi (1980-1996), untuk jenis mesin kendaraan produksi (1996 – 2001) dan SL – untuk jenis mesin kendaraan produksi (2001 – 2004).
Perhatikan peruntukan pelumas, apakah digunaan untuk pelumas mesin bensin atau diesel (2 tak atau 4 tak), peralatan industri dan sebagainya. Untuk memilih kualitas pelumas yang cocok, anda dapat mengacu pada API Service (American Petroleum Institute), JASO (Japan Automotive Standard Association), ACEA (Association Des Constructeurs Europeens d’ Automobiles), DIN (Deutsche Industrie Norm), dan lain-lain yaitu acuan untuk kerja (performance) pelumas berdasarkan standar yang dikeluarkan oleh lembaga independen industri pelumas international.
Semua oli baik mineral maupun synthetic sama-sama ada standar API-nya. Oli mineral biasanya dibuat dari hasil penyulingan sedangkan oli synthetic dari hasil campuran kimia. Bahan oli synthectic biasanya PAO (PolyAlphaOlefin). Jadi oli Mineral API SL kualitasnya tidak sama dengan oli Synthetic API SL.
Oli synthetic biasanya disarankan untuk mesin-mesin berteknologi terbaru seperti turbo, supercharger, dohc dan sebagainya yang juga membutuhkan pelumasan yang lebih baik (racing). Dimana celah antar part atau logam lebih kecil/sempit/presisi dimana hanya oli synthetic yang bisa melapisi dan mengalir sempurna.
Tetapi untuk mesin berteknologi lama sebaiknya jangan gunakan oli synthetic, dimana celah antar part biasanya sangat besar atau renggang. Sehingga bila menggunakan oli synthetic biasanya menjadi lebih boros karena oli ikut masuk ke dalam ruang pembakaran dan ikut terbakar, hal ini memudahkan oli cepat habis dan knalpot agak mengebul. Jadi anda harus memilih oli yang baik dan benar agar mesin motor anda tetap terjaga. Semoga bermanfaat.

(Sumber : Motorplus-online.com)

FUNGSI OLI

Posted in Otomotif Roda Dua dengan kaitan (tags) on Januari 22, 2008 by PANSER

Umum beranggapan bahwa fungsi utama oli hanyalah sebagai pelumas mesin. Padahal oli memiliki fungsi lain yang tak kalah penting, yakni antara lain sebagai; Pendingin, Pelindung dari Karat, Pembersih dan Penutup Celah pada Dinding Mesin.

Semua Fungsi tersebut adalah sangat erat berkaitan; sebagai Pelumas, Oli akan membuat gesekan antar komponen di dalam mesin bergerak lebih halus, sehingga memudahkan mesin untuk mencapai suhu kerja yang ideal. Selain itu Oli juga bertindak sebagai fluida yang memindahkan panas ruang bakar yang mencapai 1000-1600 derajat Celcius ke bagian lain mesin yang lebih dingin.

Dengan tingkat kekentalan yang disesuaikan dengan kapasitas volume maupun kebutuhan mesin. Maka semakin kental oli, tingkat kebocoran akan semakin kecil, namun disisi lain mengakibatkan bertambahnya beban kerja bagi pompa oli.

Oleh sebab itu, peruntukkan bagi mesin kendaraan Baru (dan/atau relatif Baru berumur dibawah 3 tahun) direkomendasikan untuk menggunakan oli dengan tingkat kekentalan minimum SAE10W. Sebab seluruh komponen mesin baru (dengan teknologi terakhir) memiliki lubang atau celah dinding yang sangat kecil, sehingga akan sulit dimasuki oleh oli yang memiliki kekentalan tinggi.

Selain itu kandungan aditif dalam oli, akan membuat lapisan film pada dinding silinder guna melindungi mesin pada saat start. Sekaligus mencegah timbulnya karat, sekalipun kendaraan tidak dipergunakan dalam waktu yang lama. Disamping itu pula kandungan aditif deterjen dalam pelumas berfungsi sebagai pelarut kotoran hasil sisa pembakaran agar terbuang saat pergantian oli.

SPESIFIKASI OLI

Semakin banyaknya pilihan oli saat ini, tidak semestinya membuat bingung. Ada beberapa hal yang mungkin bisa dijadikan Acuan; antara lain, kenali karakter kendaraan anda (spesifikasi mesin serta lingkungan dimana mayoritas anda berkendara (suhu, kelembaban udara, debu, dsbnya.).

Tingkat kekentalan oli menjadi prioritas terpenting dalam memilih Oli. Kode pengenal Oli adalah berupa huruf SAE yang merupakan singkatan dari Society of Automotive Engineers. Selanjutnya angka yang mengikuti dibelakangnya, menunjukkan tingkat kekentalan oli tersebut. SAE 40 atau SAE 15W-50, semakin besar angka yang mengikuti Kode oli menandakan semakin kentalnya oli tersebut.

Sedangkan huruf W yang terdapat dibelakang angka awal, merupakan singkatan dari Winter. SAE 15W-50, berarti oli tersebut memiliki tingkat kekentalan SAE 10 untuk kondisi suhu dingin dan SAE 50 pada kondisi suhu panas. Dengan kondisi seperti ini, oli akan memberikan perlindungan optimal saat mesin start pada kondisi ekstrim sekalipun. Sementara itu dalam kondisi panas normal, idealnya oli akan bekerja pada kisaran angka kekentalan 40-50 menurut standar SAE.

Mutu dari oli sendiri ditunjukkan oleh kode API (American Petroleum Institute) dengan diikuti oleh tingkatan huruf dibelakangnya. API: SL, kode S (Spark) menandakan pelumas mesin untuk bensin. Kode huruf kedua mununjukkan nilai mutu oli, semakin mendekati huruf Z mutu oli semakin baik dalam melapisi komponen dengan lapisan film dan semakin sesuai dengan kebutuhan mesin modern.

*

SF/SG/SH – untuk jenis mesin kendaraan produksi (1980-1996)
SJ – untuk jenis mesin kendaraan produksi (1996 – 2001)
SL – untuk jenis mesin kendaraan produksi (2001 – 2004)

MITOS
Minimnya pengetahuan tentang perkembangan teknologi pelumas, menyebabkan timbulnya banyak mitos di masyarakat. Sebagai contoh, saat mengganti oli mesin … oli bekas berwarna hitam … sering dianggap oli berkualitas buruk.

Padahal justru sebaliknya, perubahan warna oli menandakan bahwa oli telah bekerja dengan baik sebagai pelarut kotoran. Selanjutnya kotoran akan terbawa keluar pada saat pergantian oli dilakukan, karenanya dinding mesin akan terbebas dari kerak.

Dilain pihak, apabila perubahan warna tersebut terjadi dalam kurun waktu yang sangat dekat (terhitung sejak saat pergantian pertama), itu menandakan kemungkinan adanya kerusakan komponen didalam mesin sehingga oli cepat teroksidasi.

beberapa topik pembahasan disadur dari Tabloid Autobild – Mengerti Oli

Artikel ini diambil dari web Bro Heldy Arifien, Teuku (http://www.honda-tiger.or.id)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.